Apa Itu TFL Teknik dan Apa Saja Tugasnya?
- Anjar Kartaputra
- 7 hours ago
- 1 min read
Dalam program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), tim Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) terbagi berdasarkan keahlian. Salah satu peran kunci adalah TFL Teknik, yaitu fasilitator yang bertanggung jawab atas aspek konstruksi dan kualitas bangunan rumah yang dibedah.

TFL Teknik memastikan bahwa rumah yang diperbaiki atau dibangun benar-benar memenuhi standar layak huni. Standar ini mencakup tiga hal pokok: keselamatan bangunan, kecukupan luas minimum, dan kesehatan penghuni. Mereka membantu menghitung kebutuhan material, menyusun rencana teknis pembangunan, mengawasi proses konstruksi, hingga memastikan kualitas pekerjaan sesuai ketentuan.
Karena tugasnya berkaitan langsung dengan bangunan, persyaratan menjadi TFL Teknik lebih spesifik. Calon TFL Teknik umumnya minimal lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bidang bangunan gedung, dan diutamakan berlatar pendidikan D3 Teknik Sipil atau Arsitektur. Selain itu, mereka diharapkan menguasai teknik bangunan gedung maupun infrastruktur, serta memiliki pengalaman dalam pekerjaan konstruksi rumah atau lingkungan. Meski begitu, dalam beberapa rekrutmen, lulusan baru yang belum berpengalaman pun tetap diberi kesempatan mendaftar.
Di lapangan, TFL Teknik bekerja berdampingan dengan penerima bantuan. Mereka tidak sekadar mengawasi, tetapi juga mengedukasi warga tentang cara membangun rumah yang baik dan aman, sehingga ilmu tersebut bisa terus dimanfaatkan bahkan setelah program selesai. Inilah yang membuat peran TFL Teknik bersifat ganda: sebagai pengawas mutu sekaligus sebagai guru konstruksi bagi masyarakat.
Tanpa TFL Teknik, ada risiko bantuan digunakan secara keliru atau hasil bangunan tidak memenuhi standar keamanan. Karena itu, posisi ini menjadi salah satu penentu utama keberhasilan dan kualitas akhir program bedah rumah.




Comments